-
Wushul Kepada Allah
Wushul adalah sampai, wushul ilaAllah ialah melihat Allah dengan ainul bashiroh (mata hati) yang mana dalam kenyakinan yang sudah wushul telah benar-benar yakin akan adanya Allah.
-
Marhaban yaa Ramadhan
Mari kita jemput keberkahan dan rahmat Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, insyaallah pada bulan Ramadhan tahun ini.
-
Makna Istiqomah?
istiqomah memiliki arti tegak, lurus atau dalam bahasa yang lebih enaknya adalah konsisten.
Senin, 18 Maret 2019
Salam
online status ini hanya berlaku pada jaringan wifi mandiri residence
Assalamu'alaikum Wr Wb Alhamdulillah, kita jumpa lagi ...
Melalui Website ini kita berkomunikasi antar jama'ah Mushalla kita tercinta.
Meski disana sini masih banyak kekurangan, Saran dan masukan kami harapkan.
Admin ingin memberikan contoh voucer User / password ( MANDIRI18 / z7v7yK ) bisa digunakan 5 alat secara bergantian berlaku 1 bulan. Informasi berbagi wifi Infaq dan Shodaqah Hubungi via whatsapp 081358185555. Semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhana Wata'ala.
Ngomong2 soal bypass di alat tertentu dalam satu jaringan, memang Admin berikan kebijaksanaan tertentu, pastinya bukan untuk anak anak yaa, ma'af ...
Melalui Website ini kita berkomunikasi antar jama'ah Mushalla kita tercinta.
Meski disana sini masih banyak kekurangan, Saran dan masukan kami harapkan.
Admin ingin memberikan contoh voucer User / password ( MANDIRI18 / z7v7yK ) bisa digunakan 5 alat secara bergantian berlaku 1 bulan. Informasi berbagi wifi Infaq dan Shodaqah Hubungi via whatsapp 081358185555. Semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhana Wata'ala.
Ngomong2 soal bypass di alat tertentu dalam satu jaringan, memang Admin berikan kebijaksanaan tertentu, pastinya bukan untuk anak anak yaa, ma'af ...
ttd
@dmin
Terimakasih
Bersyukur adalah kewajiban setiap insan manusia untuk mengakui
kebesaran Tuhan akan rahmatnya yang tiada henti. Akan tetapi, terkadang
manusia sulit sekali mengucapkan rasa syukur saat menghadapi diguncang
berbagai macam cobaan hidup. Bersyukur tidak hanya dalam bentuk ucapan
saja, namun juga dalam hal perbuatan dan hati kita. Sebab, Tuhan yang
mengetahui seluruh isi hati kita bahkan sebelum kita mengucapkannya.
Menghadapi cobaan hidup yang berat seringkali membuat kita lupa dan
menyalahkan Tuhan mengapa kita mengalami hal ini. Padahal, kita sebagai
insan manusia, harus bersyukur atas cobaan yang diberikan karena itu
artinya Dia menguji kadar keimanan kita. Seringkali saat kita
mendapatkan masalah kita merasa iri dengan apa yang didapatkan orang
lain. Kita sering sekali kita tidak pernah tahu apa yang sedang mereka
alami. Mengapa kita bisa berpikir seperti itu karena kita cenderung
berpikir dari luarnya saja tanpa melihat lebih dalam apa yang sedang
terjadi. Kita harus senantiasa ingat bahwa kegagalan yang sedang kita
alami adalah jalan menuju lebih baik dan cara Tuhan menaikkan derajat
seorang hamba.
Meskipun bersyukur bukanlah hal-hal yang mudah, berikut adalah cara mudahnya agar mendapatkan manfaat bersyukur.
Selalu melihat kebawah
Senantiasa melihat kebawah adalah cara mudah agar kita senantiasa
bersyukur. Cobalah untuk sennatiasa melihat kebawah dan pahami apa yang
sedang mereka alami. Tidakkah kita jauh lebih baik?
Selalu ingat nikmat Allah
Ingatlah nikmat yang Allah berikan kepada kita. Tentu kita tidak akan
mampu menghitung setiap berkah yang deberikan setiap detik kepada kita.
Hal ini akan membuat kita senantiasa bahagia dan manfaat bersyukur bisa
kita dapatkan.
Ucapkan “Alhamdullilah”
Senantiasa ucapkan hamdalah atas karunia yang diberikan Allah yang
menyayangi dan mencintai kita. Tidak hanya itu, selalu usahakan agar
anda senantiasa berterimakasih pada setiap orang. Dengan begitu mereka
juga akan melakukan hal yang sama. Inilah manfaat bersyukur yang
sesungguhnya.
Berhenti Mengeluh
Mengeluh hanya akan membuat beban anda semakin bertambah. Seringkali
kita mengeluhkan masalah yang kita hadapi. Kita selalu berkata, “mengapa
harus saya?”
Pahami Kapan Kita Harus Bersyukur
Saat Bangun Pagi
Awalilah hari anda dengan cara bersyukur setiap hari setelah bangun
tidur. Jangan lupa bersyukurlah atas perlindungan-Nya pada hidup anda.
Seperti mensyukuri anda bertemu teman-teman yang baik seperti sekarang.
hal-hal kecil seperti inilah Ingat, apa yang kita dapat hingga saat ini
merupakan karunianya dan Allah akan menambah manfaat bersyukur.
Apa manfaat bersyukur?
Memiliki segala apa yang kita inginkan membuat kita menyadari, jika kita
sangat mudah mencapai sesuatu, lalu apa lagi yang harus kita cari?
ketidaktahuan, masa-masa sulit dan segala cobaan yang besar seharusnya
membuat kita senantiasa bersyukur dan menjadikan hal ini sebagai
motivasi yang baik.
Tahukah anda, bahwa bersyukur akan membuat anda menjadi bahagia. Kenapa,
saat kita bersyukur berarti kita mengikhlaskan apa yang kita punya
sekarang. Mengeluh hanya akan menambah masalah dan menambah beban hidup
anda.
Dengan membanding-bandingkan nikmat, anda hanya akan semakin terpuruk
dan selalu merasa kurang. Janganlah hanya berkeluh kesah terhadap
sesuatu yang kita punya sekarang. Jika anda tidak memiliki sesuatu, maka
berusahalah dan beryukurlah karena apa yang anda dapatkan dengan usaha,
anda memiliki level yang lebih mulia.
Kamis, 14 Maret 2019
Sidratul Muntaha
ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dpt membuat kita seperti berada di syurga...
Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masya Allah...
Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tdk diperkenankan utk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW utk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya...
Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana ALLAH SWT hingga tiba di Arsy...
Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dg ALLAH Azza wa Jalla...
Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masya Allah...
PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah SAW dg ALLAH Subhanahu wata'ala :
a). Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada ALLAH SWT :
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH...
(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH).
b). Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
(Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat ALLAH dan segala karunia-Nya).
c). Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tdk merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu)...
Beliau menjawab dengan ucapan :
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kpd kami dan semua hamba ALLAH yg shalih).
Bacalah percakapan mulia itu sekali lg… itu adalah percakapan ALLAH SWT dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan mereka saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tdk lupa dg kita ketika Dia dihadapan ALLAH SWT...
d). Melihat peristiwa ini, para malaikat yg menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2 betapa Rakhman dan Rakhimnya ALLAH SWT, betapa mulianya Muhammad SAW...
Kemudian para malaikat pun mengucap dg penuh keyakinan :
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLAH dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah).
Jadilah RANGKAIAN PERCAKAPAN dlm peristiwa ini menjadi suatu bacaan dlm SHALAT yaitu pd posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yg kita ikuti dg shalawat kpd Nabi sebagai sanjungan seorang individu yg menyayangi umatnya...
MUNGKIN sebelumnya kita tdk terpikirkan arti dan makma kalimat dlm bacaan Sholat ini.
Mudah2an dg penjelasan singkat ini kita dpt lbh meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yg dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu...
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب
Smg bermanfaat utk menambah kekhusu'an sholat kita, Aamiin Allahumma Aamiin...
Marhaban yaa Ramadhan
Mari kita jemput keberkahan dan rahmat Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, insyaallah pada bulan Ramadhan tahun ini .
“Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mendengar seorang wanita tengah mencaci-maki hamba sahayanya, padahal ia sedang berpuasa. Nabi saw, segera memanggilnya. Lalu Beliau menyuguhkan makanan seraya berkata, “Makanlah hidangan ini “. Keruan saja wanita itu menjawab, “Ya Rasulullah, aku sedang berpuasa”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, berkata dengan nada heran, “Bagaimana mungkin engkau berpuasa sambil mencaci-maki hamba sahayamu ?”. Sesungguhnya Allah menjadikan puasa sebagai penghalang (hijab) bagi seseorang dari segala kekejian ucapan maupun perbuatan. Betapa sedikitnya orang yang berpuasa dan betapa banyaknya orang yang lapar”. (HR Bukhari)
Dengan hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ingin mengingatkan kaum Muslim hakikat puasa yang sebenarnya. Istilah shaum bersumber dari bahasa Arab yang artinya, menahan, mengekang atau mengendalikan (al-imsak).
Secara syariat (fikih), makna puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan mulai terbitnya fajar shubuh hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat.
Puasa terdiri dari tiga tingkatan.
Puasa perut, tingkatan paling awal adalah puasa yang memenuhi syariat, yakni puasa muslim pada umumnya.
Puasa hawa nafsu, tingkatan selanjutnya setelah puasa perut, puasa sesauai syariat yang diikuti dengan menahan hawa nafsu.
“Apabila engkau berpuasa hendaknya telingamu berpuasa dan juga matamu, lidahmu dan mulutmu, tanganmu dan setiap anggota tubuhmu atau setiap panca inderamu” (al Hadits).
Puasa qalbu, tingkatan tertinggi setelah puasa hawa nafsu, puasa yang diikuti dengan menahan dari segala kecenderungan yang rendah dan pikiran yang bersifat duniawi, serta memalingkann diri dari segala sesuatu selain Allah.
Keadaan sadar(kesadaran) atau perilaku/perbuatan secara sadar dan mengingat Allah (dzikrulllah) inilah kunci dari Taqwa
Sayidina Ali bin Abi Thalib ra mengatakan “Puasa Qalbu adalah menahan diri dari segala pikiran dan perasaan yang menyebabkan terjatuh pada dosa”.
Bertemu Allah
“Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu dengan Tuhannya” (HR Bukhari).
Sebagian muslim memahami bahwa yang dimaksud dengan hadits ini adalah dengan amal puasa kita dapat bertemu dengan Allah di akhirat kelak.
Benar, bahwa dengan amal puasa dan amal-amal lainnya yang menunjukkan tingkat ketaqwaan seorang muslim yang dapat menghantarkan pada kenikmatan tertinggi dari semua kenikmatan yang ada di surga adalah melihat (bertemu) Allah..
Bahkan bagi mereka yang berpuasa, telah tersedia pintu khusus untuk mereka
Dari Sahl dari Nabi bersabda : Sesungguhnya dalam surga terdapat sebuah pintu yang bernama Ar Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat, dan selain mereka tidak akan masuk melaluinya. ….(Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)
Namun sesungguhnya kegembiraan berpuasa, bertemu dengan Allah dapat juga kita rasakan atau kita alami saat kita di dunia.
Mereka yang merasakan bertemu Allah di dunia adalah mereka yang gemar mengadukan segala macam persoalan kehidupannya di dunia ke hadapan Allah. Mereka yang dengan sesungguhnya mengatakan bahwa,
“….. hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (QS Al Fatihah [1] : 5 )
Mereka-mereka yang gembira dilihat Allah Azza wa Jalla.
Mereka-mereka yang gembira bertemu dengan Allah Azza wa Jalla di dunia.
Sebagian muslim belum mengimani bahwa kita dapat bertemu dengan Allah Azza wa Jalla di dunia walaupun kita tidak dapat melihatNya.
Sebagian muslim belum mengimani bertemu dengan Allah Azza wa Jalla di dunia karena kesalahpahaman memahami firman Allah ta’ala yang artinya,
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dia-lah Yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui.” [QS Al-An’aam: 103]
Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah berfirman kepada Nabi Musa Alaihissalam
“Kamu sekali-kali tidak dapat melihat-Ku.” [QS Al-A’raaf: 143]
Demikian juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang akan bisa melihat Rabb-nya hingga ia meninggal dunia” (HR Muslim)
Juga pernyataan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata.
“Barangsiapa menyangka bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Rabb-nya, maka orang itu telah melakukan kebohongan yang besar atas Nama Allah.” (Muslim)
Firman-firman Allah dan hadits diatas adalah petunjuk bahwa Allah tidak dapat kita lihat di dunia dengan mata kepala (secara dzahir / lahiriah).
Namun kita dapat menghadap kepada Allah, bersama Allah, bertemu Allah, berlari kepada Allah (Fafirruu Ilallah) ketika di dunia walaupun kita di dunia tidak dapat melihatNya.
Sebagai contoh bahwa kita menghadap Allah, bertemu Allah ketika di dunia adalah mendirikan sholat.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, bahwa Ash-shalatul Mi’rajul Mu’minin , “sholat itu adalah mi’rajnya orang-orang mukmin“.
Yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah Azza wa Jalla.
Sebagian muslim tidak menyadari bahwa mereka menghadap Allah Azza wa Jalla, bertemu Allah Azza wa Jalla di dunia. Mereka beribadah (menyembah Allah) tanpa merasakan menghadap ke hadhirat Allah.
Sebagian muslim di dunia bahkan “menghindari” menghadap Allah Azza wa Jalla atau “menghindari” bertemu dengan Allah Azza wa Jalla, seolah-olah mereka dapat tidak terlihat oleh Allah Azza wa Jalla di dunia padahal Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui.
Maka kerugian besar bagi muslim yang belum dapat merasakan seolah-olah melihat Allah Azza wa Jalla di dunia, bertemu Allah Azza wa Jalla, bersama dengan Allah ketika di dunia.
“Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada“. (HR. Ath Thobari)
Mereka secara tidak disadari mengingkari apa yang mereka ucapkan bahwa “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (QS Al Fatihah : 1)
Sesungguhnya, “dengan menyebut nama Allah” itu adalah “dengan dzatNya”, bersama Allah, bertemu Allah, berlari kepada Allah (Fafirruu Ilallah).
Jadi, muslim yang berpuasa dan dapat mengalami, merasakan kegembiraan bertemu dengan Allah di dunia dan mengharapkan tetap bertemu dengan Allah di akhirat kelak adalah mereka yang telah menjalankan puasa qalbu. Selama mereka berpuasa mereka melakukan secara sadar dan mengingat Allah. Mereka bersama Allah.
“Buatlah perut-perutmu lapar dan qalbu-qalbumu haus dan badan-badanmu telanjang, mudah-mudah an qalbu kalian bisa melihat Allah di dunia ini (HR Bukhari).
“Assalaamu’alaina wa’alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin”
“Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh”
Wassalam
Referensi
Wushul Kepada Allah
Wushul adalah sampai, wushul ilaallah ialah melihat Allah dengan ainul bashiroh (mata hati) yang mana dalam kenyakinanorang yang sudah wushul tersebut telah benar-benar yakin akan adanya Allah. Hal ini berbeda dengan penglihatan mata secara dhahir. Wushul ini merupakan pengalaman kerohanian bukan secara nyata seperti halnya Nabi Musa yang secara jasmani takkan mampu melihat Alllah, tetapi pingsannya Nabi Musa adalah tanda bahwa ruhaninya melihat Allah. Terkait Wushul Setiap insan mempunyai potensi untuk wushul kepada Allah sesuai yang dikendakiNya, hal itu bisa dilalui melalui guru, berthariqot dan lain-lain.
Dalam kitabnya Jami’ah Al-maqhosid, Hadratusyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari menjelaskan cara Wushul Kepada Allah sebagaimana berikut:
Diantara dzikir-dzikir tersebut adalah:
Allahuma bika nusbihu wa bika numsi wa bika nuhyi wabika namutu wa ilaikan nusur shobahan wal masir masyaan, asabahna waasbaha milku lillahi walhamdu lillahi wal kibriyau wal adhomatu lillahi wal kholqu lillahi wal amru, wal lailu wannaharu ma wa ma sakana fihima lillahi. Allahumma ma asbaha bii min ni’matin aw biahadin min kholqika faminka wahdaka la syarika laka, falakal hamdu walakas syukru. (dibaca3x)
Allahumma inni asbahtu asyhaduka wa asyahadu hamlata ‘arsyika wa malaikatika wa jami’i kholkiak, innaka anta allahu la ilah illa anata wahdaka la syarika laka wa inna muhammadan ‘abduka wa rusuluka (dibaca 4X)
Roditubillahi rabba wa bil islami dinan wabisayyidina muhammadin nabiyya warosulla (dibaca 3x)
Amanar rosulu bima unzila ilaihi mir robbihi wal mu’mina kullun amana billahi wa malaikatuhu wa kutubihi wa rusuulihi la nuaffariqu baina ahadim min rusulihi wa qolu sami’na wa atho’na ghufronaka robbana wa ilaikal mashiru la yukallifullaahu nafsan illa wus’aha laha ma kasabat wa’ alaiha maktasabat robbana la taukhidna in nashina au akhho’na robbana wa la tahmil a’laina ishron kama hamaltahu a’lladzina min qoblina robbana wa la tuhammilna ma la thoqota lana bihi wa’fu anna waghfir lana warhamna anta maulana fanshurna ala qoumil kafirin, fain tawallau faqul hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul arsyil ‘adhim (dibaca 7 x).
Fa subhanallahi hina tumsunabwa hina tusbihun wa lahul hamdu…. hingga firman Allah “tuhrojuna”.
Surat yasin
‘Audzu billahis sami’il ‘alimi minas syaithonir rojim (dibaca 3x)
Lau anzalna hadzal qur’ana ala jabalin laroaitahum li sajidin..hingga akhir surat.
Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas (dibaca 3x)
‘Audzu bi kalimatillahit tammati min ghodobihi wa ‘iqobihi wa syarri ‘ibadihi wa min hamazatis syathini wa an yadhurruni (dibaca 3x)
Astagfirullahal adhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi (dibaca 3x)
Jika masih memiliki waktu dianjurkan membaca:
Subahanallahi wal hamdu lillahi wala ilaha illallahu wallahu akbaru (100x)
Wa lahaula wa la quwawata illa billahil ‘aliyyil ‘adhim (dibaca 100x)
La ilaha illahu wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodirun (dibaca 100x atau 3 x)
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin ‘abdika wa nabyyika wa habibika wa rosulikan nabiiyil ummiyil wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim (dibaca 100x atau 3 x)
Demikian, semoga kita mendapat pertolonganNya, diberikan TaufiqNya agar mendapat hidayahNya meniti jalan yang benar sehingga kita dapat benar-bepar wushul kepadaNya.
Referensi
Dalam kitabnya Jami’ah Al-maqhosid, Hadratusyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari menjelaskan cara Wushul Kepada Allah sebagaimana berikut:
- Taubat (meninggalkan) dari segala hal yang haram dan yang makruh
- Mencari ilmu sesuai kebutuhan
- Melanggengkan diri dalam keadaan suci
- Melanggengkan diri untuk melakukan sholat fardhu di awal waktu dengan berjamaah
- Melanggengkan diri untuk melakukan sholat sunnah rawatib
- Melanggengkan diri untuk melaksanakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat
- Melanggengkan diri untuk melakukan sholat sunnah sebanyak enam rokaat diantara Magrib dan Isya
- Melakukan sholat malam dan Sholat witir
- Puasa sunnah di hari Senin dan Kamis
- Puasa sunnah tiga hari dalam ayyamuk biid(pertengahan bulan Hijriyah, ketika bulan purnama)
- Puasa di hari-hari mulia
- Membaca Al Quran dengan penuh penghayatan
- Memperbanyak Istighfar
- Memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Diantara dzikir-dzikir tersebut adalah:
Allahuma bika nusbihu wa bika numsi wa bika nuhyi wabika namutu wa ilaikan nusur shobahan wal masir masyaan, asabahna waasbaha milku lillahi walhamdu lillahi wal kibriyau wal adhomatu lillahi wal kholqu lillahi wal amru, wal lailu wannaharu ma wa ma sakana fihima lillahi. Allahumma ma asbaha bii min ni’matin aw biahadin min kholqika faminka wahdaka la syarika laka, falakal hamdu walakas syukru. (dibaca3x)
Allahumma inni asbahtu asyhaduka wa asyahadu hamlata ‘arsyika wa malaikatika wa jami’i kholkiak, innaka anta allahu la ilah illa anata wahdaka la syarika laka wa inna muhammadan ‘abduka wa rusuluka (dibaca 4X)
Roditubillahi rabba wa bil islami dinan wabisayyidina muhammadin nabiyya warosulla (dibaca 3x)
Amanar rosulu bima unzila ilaihi mir robbihi wal mu’mina kullun amana billahi wa malaikatuhu wa kutubihi wa rusuulihi la nuaffariqu baina ahadim min rusulihi wa qolu sami’na wa atho’na ghufronaka robbana wa ilaikal mashiru la yukallifullaahu nafsan illa wus’aha laha ma kasabat wa’ alaiha maktasabat robbana la taukhidna in nashina au akhho’na robbana wa la tahmil a’laina ishron kama hamaltahu a’lladzina min qoblina robbana wa la tuhammilna ma la thoqota lana bihi wa’fu anna waghfir lana warhamna anta maulana fanshurna ala qoumil kafirin, fain tawallau faqul hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul arsyil ‘adhim (dibaca 7 x).
Fa subhanallahi hina tumsunabwa hina tusbihun wa lahul hamdu…. hingga firman Allah “tuhrojuna”.
Surat yasin
‘Audzu billahis sami’il ‘alimi minas syaithonir rojim (dibaca 3x)
Lau anzalna hadzal qur’ana ala jabalin laroaitahum li sajidin..hingga akhir surat.
Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas (dibaca 3x)
‘Audzu bi kalimatillahit tammati min ghodobihi wa ‘iqobihi wa syarri ‘ibadihi wa min hamazatis syathini wa an yadhurruni (dibaca 3x)
Astagfirullahal adhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi (dibaca 3x)
Jika masih memiliki waktu dianjurkan membaca:
Subahanallahi wal hamdu lillahi wala ilaha illallahu wallahu akbaru (100x)
Wa lahaula wa la quwawata illa billahil ‘aliyyil ‘adhim (dibaca 100x)
La ilaha illahu wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodirun (dibaca 100x atau 3 x)
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin ‘abdika wa nabyyika wa habibika wa rosulikan nabiiyil ummiyil wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim (dibaca 100x atau 3 x)
Demikian, semoga kita mendapat pertolonganNya, diberikan TaufiqNya agar mendapat hidayahNya meniti jalan yang benar sehingga kita dapat benar-bepar wushul kepadaNya.
Referensi















